Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts

Thursday, January 12, 2017

Ilmu perpustakaan  TEKNOLOGI INFORMASI*

Ilmu perpustakaan TEKNOLOGI INFORMASI*


PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

  • Kata Teknologi Informasi berasal dari kata Information Technology.
  • Kata Technology berdasarkan Kamus Advanced Leaner's Dictionary of Current English (1974) yaitu penerapan pengetahuan secara sistematis pada tugas-tugas praktis dalam suatu industri.
  • Menurut Sulistyo-Basuki (1992:81) dinyatakan bahwa Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan.Menurut Pendit (1992) Informasi yaitu kumpulan data yang terstruktur, yang disampaikan seseorang kepada orang lain.
  • Pengertian Teknologi Informasi berdasarkan pengertian dari British Advisory Council for Applied Research and Development (Dalam Zorkoczy, 1990: 12). yaitu : Bidang-bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan perekayasaan serta teknik-teknik pengelolaan yang digunakan dalam penanganan dan pengolahan informasi, penerapan bidang dan teknik tersebut, komputer dan interaksinya dengan insan dan mesin, persoalan sosial ekonomi serta budaya yang berkaitan.
  • Khusus di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Sulistyo-Basuki(1993) menyatakan bahwa Teknologi Informasi yaitu teknologi yang digunakan untuk menyimpan, mengolah, menghasilkan, dan menyebar- luaskan informasi.
FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI

FUNGSI UTAMA TEKNOLOGI INFORMASI
  • Mengatur gosip 'Ing Griyo' (In-house information), atu innformasi yang ada di dalam lembaga gosip tsb, serta mengusahakannya biar dapat ditemu balik.
  • Mengakses pangkalan data luar (ekstern), yaitu panngkalan data dari lembaga-2 lain, maupun pecahan dunia lain.

    FUNGSI-FUNGSI LAIN:

  • Meringankan beban kerja,
  • Efisien dan menghemat waktu,
  • Meningkatkan jasa Perpusdokinfo dan fungsi-fungsi baru,
  • Membangun jaringan kerja dan kerjasama.
ALASAN UNTUK MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI

  • Untuk meningkatkan kegunaan (advantage)
  • Untuk membuatkan produktivitas dan kinerja
  • Untuk memfasilitasi sarana gres untuk pengelolaan dan pengorganisasian
  • Untuk membuatkan urusan ekonomi baru
THE MAIN CONSTITUENT OF I. T.


METODE-2 YANG DAPAT DIKEMBANGKAN MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI

  1. Media simpan optic
    Metode untuk merekam pengetahuan termasuk komputer dan perangkat lunaknya serta media simpan-optik. Dengan metode ini suatu pangkalan data lengkap memungkinkan pemakai menelusuri direktori, ensiklopedia, data statistic, dan keuangan.
  2. Metode menyimpan cantuman
    Metode menyimpan cantuman mengenai banyak sekali acara termasuk perangkat keras komputer dan perangkat lunaknya menyerupai yang digunakan untuk merancang bangun, dan menciptakan serta menyunting cantuman dalam pangkalan data.
  3. Metode mengindeks dokumen dan informasi, termasuk teknik pembuatan indeks dengan komputer untuk memudahkan temu balik gosip dalam suatu pangkalan data dalam komputer.
  4. Metode mengkomunikasikan pengetahuan., antara lain: a) sistem pos elektronik, b) system transmisi faksimil, c) majalah elektronik, d) telekonferens atau yuang dikenal dengan nama trimitra,e) videokonferens dan f) jaringan komunikasi data, untuk mengkomunikasikan data dalam bentuk terbacakan mesin.
POHON TEKNOLOGI INFORMASI

Cakupan Teknologi gosip meliputi
  • Telekomunikasi. Contoh penerapannya yaitu : adanya Teleconference atau yang sekarang dikenal dengan nama Trimitra; Telkom Memo; Lacak, dll.
  • Komputer, termasuk mikrobentuk. Contohnya yaitu, perlindungan data, sistem pakar, komunikasi bunyi dengan perlindungan komputer.
  • Jaringan digital, contohnya antara lain adanya surat elektronik, sistem informasi, jaringan informasi
  • Audio dan video, termasuk sistem komunikasi optik. Contoh : Video Conference, Video-teks ,dll.
Teknologi gosip mengalami kemajuan dalam dua arah:
  • Pengembangan produk, yaitu pengembangan perangkat sistem dan konsep konsepnya (gagasan, prosedur), dengan cakupan aplikasi di segala bidang yang mengharuskan insan bekerjasama dengan informasi, dilihat dari perangkat yang digunakan.
  • Aplikasi produk dan konsep tsb. pada sejumlah acara tertentu, antara lain di bidang industri, keuangan dan perdangan, percetakan, militer, dan untuk pengelolaan pekerjaan di kantor.
Aplikasi teknologi gosip yang tercakup dalam ruang lingkup suatu sistem informasi
  • Library housekeeping ( Pengelolaan perpustakaan)
  • Information retrieval (Temu kembali gosip / Penelusuran Informasi)
  • General purpose software (Perangkat lunak untuk banyak sekali macam keperluan)
  • Library networking (Jaringan kerjasama perpustakaan )
--> Library Housekeeping
Library housekeeping atau pengelolaan perpustakaan, merupakan istilah umum yang mengacu pada banyak sekali macam acara rutin yang perlu dilakukan biar supaya perpustakaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan adanya kemajuan teknologi gosip dapat dilakukan dengan menggunakan sistem yang terpadu yang terdiri dari beberapa modul, yaitu akuisisi atau pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, pengaksesan katalog oleh umum atau yang dikenal dengan nama OPAC (Online Public Akses Catalog), dan peminjaman antar perpustakaan. Sistem gosip yang terpadu di perpustakaan secara umum dikenal dengan nama Automasi Perpustakaan.

Pengertian Otomasi Perpustakaan

> Dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris yaitu Library Automation.
> Kata Automation di dalam Microcomputer dictionary berarti :1) Perubahan dari suatu proses atau prosedur secara otomatis;     2) Pelaksanaan proses dengan sarana-sarana otomatis
> Konsep Automasi berdasarkan Encyclopedia of Science and Technology, Vol.1, berarti penerapan mesin-mesin komputer pada penyimpanan, pemrosesan data-data bisnis, teknis, maupun ilmiah.
> Automasi perpustakaan berarti penggunaan komputer untuk semua acara perpustakaan mulai dari pengadaan, pengolahan, hingga ke layanan sirkulasi, dalam suatu sistem yang terintegrasi.

JENIS-2 JARINGAN INFORMASI

> LAN yaitu suatu jaringan komputer dengan tempat kerja relatif kecil, dalam satu lokal; dan
> Metropolitat Area Network (MAN ), dengan tempat kerja antara 30 hingga 50 km, yang merupakan alternatif pilihan untuk membangun jaringan komputer kantor-kantor dalam satu kota.
> WAN yaitu jaringan komputer yang tempat kerjanya mencakup radius antar kota, antar pulau, dan bahkan antar benua.


* Ini yaitu materi presentasi Kuliah TI Bu Ati Kamis 14 April 2011, semoga bermanfaat dan selamat menikmati..
Ilmu perpustakaan  SEMINAR NASIONAL <br> The Metamorphosis of Library: Conventional to Digital

Ilmu perpustakaan SEMINAR NASIONAL
The Metamorphosis of Library: Conventional to Digital


Kamis 5 Mei 2011 Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “The Metamorphosis of Library: Conventional to Digitalization.” Acara ini bertempat di Lantai 6 Gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro. Acara yang diketuai Teddy Veffritama ini dibuka oleh Drs. Mujid Farihul Amin, M.Pd. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Budaya sempurna pukul 09.15 WIB.

Hadir sebagai pembicara ialah Prof. Dr. Sulistyo-Basuki Guru Besar Ilmu Perpustakaan UI, Rachmad Raharjo penggerak Al Qur’an digital dan Aditya Nugraha Kepala UPT Perpustakaan Universitas Nasrani Petra Surabaya. Acara ini juga dihadiri juga oleh dosen-dosen ilmu perpustakaan FIB Undip dan sejumlah tamu undangan. Peserta dalam program ini datang dari banyak sekali kalangan, mulai dari mahasiswa ilmu perpustakaan, pustakawan dan ada juga dari disiplin ilmu yang lain. Seminar perpustakaan ini tidak hanya diikuti penerima dari sekitar Semarang saja, tetapi ada yang datang dari luar kota menyerupai Jakarta, Madura, dan Cilacap.

Ada tiga bahan yang disampaikan dalam seminar ini. Pembicara pertama, Pak Rachmad Raharjo memberikan bahan dengan judul Teknologi RAID untuk Perpustakaan Digital (Redundant Array of Independent Disk). Teknologi RAID ialah sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna komputer untuk menerima system penyimpanan data yang handal, rendah biaya, dan menyimpan data yang sama ke beberapa hard disk untuk meningkatkan kinerja penyimpanan secara keseluruhan. Menurut Pak Rachmad Raharjo, teknologi ini sangat indah diterapkan pada perpustakaan yang telah membuatkan perpustakaan digital untuk menyimpan data-data ataupun koleksinya. Materi berikutnya disampaikan oleh Pak Aditya Nugraha. Beliau memberikan bahan berjudul Manajemen Perpustakaan Digital. Pak Adit mendefinisikan perpustakaan digital sebagai sistem penyimpanan/dokumentasi, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber berguru secara digital. Karena kekhususanya inilah perpustakaan digital juga membutuhkan administrasi yang berbeda dari perpustakaan secara tradisional. Satu hal yang perlu diingat, dalam membuatkan perpustakaan digital kita tidak boleh hanya terpaku pada sistem perpustakaan digitalnya saja, kita juga harus tetap memperhatikan esensi dari sebuah perpustakaan, yaitu koleksi dan layanan.

Setelah jeda ishoma, tiba saatnya giliran pembicara terakhir, Prof. Dr. Sulistyo-Basuki. Beliau mamaparkan makalahnya yang berjudul Perpustakaan Digital di Indonesia: Sebuah Pandangan. Menarik memang mengingat sudah banyaknya perpustakaan di Indonesia yang membuatkan perpustakaan digital. Dalam membuatkan perpustakaan digital, pustakawan harus bekerja ekstra keras. Misalnya ialah untuk mendayagunakan TI itu sendiri dengan anggaran yang terbatas dan untuk pengembangan koleksi digitalnya. Kenyataan lain yang harus dihadapi pustakawan ialah pemakai yang berasal dari banyak sekali latar belakang. Ada pemakai yang benar-benar digital generation tetapi ada juga pemakai yang merupakan digital immigrants.

Dari ketiga bahan yang disampaikan oleh pembicara dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
  • Teknologi yang semakin cepat berkembang tidak akan menggeser eksistensi perpustakaan konvensional dan tugas pustakawan itu sendiri, justru teknologi akan melengkapi eksistensi sebuah perpustakaan.
  • Perpustakaan digital berbeda dengan perpustakaan terautomasi atau katalog terpasang perpustakaan. Untuk itu perpustakaan digital membutuhkan administrasi yang berbeda dengan perpustakaan konvensional khususnya pada aspek koleksinya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan koleksi digital misalnya pada unsur hak cipta.
  • Untuk lebih memasyarakatkan perpustakaan digital dan meningkatkan jasa layanan perpustakaan pustakawan harus bekerja keras ditengah keterbatasan yang ada. Dengan demikian dibutuhkan misi pustakawan untuk memperbaiki dan membangun masyarakat melalui fasilitas penciptaan pengetahuan di komunitasnya masing-masing dapat tercapai.